Loading...

About Us

Jababeka Residence Menuju Kota Mandiri Internasional

Pengembangan kawasan residensial Jababeka tidak lepas dari konsep kota mandiri terintegrasi yang sudah diperhitungkan sejak Kawasan Kota Jababeka tahap I seluas 500 hektare didirikan di tahun 1989. Pada saat itu, pabrik dari dua tenant multinasional awal sedang dibangun, yaitu pabrik Unilever dan United Tractors. Tak lama setelah kedua pabrik tersebut rampung, Jababeka berekspansi ke tahap II dengan luas tambahan 300 hektare, sehingga total luas lahan Kawasan Industri Jababeka di awal era 90-an menjadi 800 hektare. Pada perkembangannya pada periode 90-an, perusahaan-perusahaan multinasional ternama seperti L’Oreal, Kao, Unilever (ekspansi), Nissin, Samsung, Megmilk, dan Sari Roti turut membuka pabriknya di Kota Jababeka. 

Perkembangan Kawasan Kota Jababeka yang pesat dalam waktu singkat sudah pasti disertai dengan penambahan jumlah pekerja. Pada tahun 1992, Jababeka membangun Kota Cikarang Baru tahap I, kawasan residensial seluas 500 hektare yang meliputi perumahan-perumahan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal pekerja di Kawasan Industri Jababeka. Menjelang pertengahan 90-an, bersamaan dengan mulai dibangunnya Jababeka Golf & Country Club, Jababeka memperluas area perumahan Kota Cikarang Baru menjadi 1.500 hektare.

Komitmen untuk mengembangkan kawasan residensial lebih besar lagi mulai dilakukan pada awal periode 2000-an. Jababeka mulai membangun kluster perumahan yang ditujukan untuk segmen menengah atas, yang ditandai dengan pembangunan Tropikana Residence, Kemang Golf Terrace, dan Veranda Golf Townhouse.

Selain itu, sepanjang tahun 2001-2007 beberapa fasilitas yang akan menjadi denyut kehidupan kawasan residensial Jababeka mulai dibangun, seperti President University dan student housing, Jababeka Commercial Business District (CBD) yang mencakup beberapa kompleks ruko seperti The Capitol dan Metro Boulevard serta Plaza JB, pendirian SMP dan SMA Presiden, peluncuran Metropark Condominium, rumah kost eksklusif Pavilion, ruko Roxy Plaza dan Pecenongan Square, Rumah Sakit Hosana Internasional, peresmian jantung kota Jababeka Botanical Garden, UKM Center, President Executive Club, hingga peresmian MAPOLRES Bekasi.

Pengembangan fasilitas di dalam kawasan yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan perkembangan captive market di Jababeka. Pada tahun 2010, jumlah populasi di kawasan yang sudah mulai disebut dengan “Kota Jababeka” mendekati 1 juta jiwa. Sementara, jumlah perusahaan multinasional yang bernaung di Kawasan Industri Jababeka melebihi 1.000 perusahaan, dengan jumlah pekerja dan ekspatriat yang mencapai angka ribuan. Pada titik ini, Kota Jababeka telah menjadi sebuah kawasan multikultural.

 

Jababeka Residence

Kota Jababeka saat ini terus dikebut pengembangan fasilitas komersialnya seiring dengan jumlah populasinya yang terus bertambah dan kini sudah mencapai 1,2 juta jiwa, juga menjadi tempat berbisnis bagi lebih dari 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara dengan jumlah pekerja lebih dari 700 ribu orang.

Pada tahun 2013, PT. Jababeka Tbk. membentuk Jababeka Residence untuk mengembangkan dan mengelola kawasan residensial baru di dalam Kota Jababeka yang membidik pasar menengah atas. Beberapa produk properti baru segera dikembangkan, seperti apartemen Elvis Tower yang sukses terjual. Keberhasilan produk apartemen Jababeka Residence akan berulang kemudian di tahun 2016 dan awal 2017, di mana sebanyak seluruh unit apartemen Monroe Tower berhasil dipasarkan dalam waktu relatif singkat.

Terkait fasilitas kesehatan, misalnya. Mengusung konsep Medical City, saat ini sudah beroperasi tiga Rumah Sakit bertaraf nasional di Jababeka Residence yaitu RS Permata Keluarga, RS Harapan Keluarga, dan RS Mitra Keluarga. Sementara, untuk fasilitas pendidikan telah berdiri 16 lembaga pendidikan berstandar nasional maupun internasional, diantaranya; fasilitas pendidikan yang dikembangkan oleh Jababeka yaitu President University yang tercatat memiliki 7.000 mahasiswa aktif, Al-Azhar, BPK Penabur, Santo Leo dan sekolah lainnya.

Sejak Mei 2017, Jababeka Residence melengkapi sebuah area komersial sekaligus tempat hangout terlengkap pertama di Cikarang, yaitu Hollywood Junction, lengkap dengan amphitheater, sociality store, salon dan supermarket. Berbagai fasilitas kuliner dan restoran di Hollywood Junction dengan tenant-tenant ternama seperti J.Co, Bread Talk, Sapo Oriental, Bari Uma Ramen, KFC, Cafe Delico, Pizza Hut, dan lainnya.

Di tahun 2017, Jababeka Residence telah meluncurkan proyek properti yang meliputi rumah tapak, ruko, dan apartemen. Komitmen Jababeka Residence sebagai pengembang dalam penyelesaian proyek tepat waktu di tahun 2017 juga sangat serius, terbukti dengan serah terima produk-produk residensial dan komersial seperti Ruko Rodeo Drive, Ruko Pecenongan Square, Ruko Trace 2 & 3, Ruko Jababeka Green Market, kluster perumahan D’Cataluna, Cortes, apartemen Elvis Tower, serta rukost Beverly Hills

Jababeka Residence  pecahkan rekor harga apartemen tertinggi di Jakarta Timur dan wilayah Timur Jakarta. Serviced apartment Kawana Golf Residence yang dikembangkan di Jababeka Residence dipasarkan dengan harga Rp33 juta/m2 sangat diminati investor. Kawana Golf Residence merupakan apartemen pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mempunyai akses langsung untuk bermain golf dari lobby apartemen, yang merupakan poin paling penting yang membedakan apartemen ini dengan apartemen lain di Timur Jakarta.

Jababeka Residence juga sedang mempersiapkan kawasan komersial dan residensial seluas 180 hektare yaitu Jababeka Golf City. Kawasan yang dirancang untuk mengedepankan konsep kenyamanan, keamanan, dan kemewahan ala golf residential yang terintegrasi dengan fasilitas bisnis dan komersial seperti Jababeka Golf & Country Club, superblok Mayfair Plaza Indonesia Jababeka, superblok

Little Tokyo yang meliputi area ritel berupa Mall Jepang, serviced apartment Kawana Golf Residence, area komersial Ginza, Japan Village, dan pengembangan berstandar internasional lainnya.

Sejak Oktober 2017, Jababeka Residence mulai mensosialisasikan logo baru Jababeka Residence dengan konsep premium yang menargetkan pasar utama menengah atas sebagai branding dan positioning baru dari Jababeka Residence.

Logo baru Jababeka Residence ini diwakili oleh 8 helai daun yang melambangkan alam, kesuburan, dan pertumbuhan. Dalam kepercayaan Tiongkok, angka 8 melambangkan kesempurnaan dan keberuntungan. 8 helai daun besar dan 8 helai daun kecil berada di dalam sebuah lingkaran yang menggambarkan kebersamaan dan keselarasan. Oleh karena itu logo baru Jababeka Residence ini  diharapkan dapat mewakilkan image premium dari hunian Jababeka Residence.

Pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan progress yang sangat baik bagi Kota Jababeka. Hal ini terlihat dari pembangunan fasilitas komersial yang lengkap dan variasi produk properti yang banyak untuk hunian maupun investasi di Kota Jababeka. Hal ini tentunya sesuai rencana jangka panjang dari perseroan untuk menjadikan Kota Jababeka Cikarang sebagai kawasan kota mandiri terpadu berwawasan lingkungan dan eksklusif, didukung pembangunan infrastruktur transportasi makro oleh pemerintah seperti rencana perpanjangan jalur LRT sampai Cikarang, jadwal pembangunan MRT Balaraja-Cikarang dan TOD Kota Jababeka, KRL Commuter Line Cikarang, Elevated Toll Road Jakarta-Cikampek, rencana kereta cepat Jakarta-Bandung, Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban

Pengembangan demi pengembangan yang telah dan akan dilakukan Jababeka Residence sebagai kawasan kota mandiri nantinya mampu mentransformasikan citra dari Kota Jababeka yang selama ini telah melekat sebagai kawasan industri modern yang terlengkap dan terbesar menjadi kawasan terpadu yang potensial sekaligus eksklusif. Dengan demikian, Kota Jababeka dapat menjadi suatu kawasan hunian ideal yang lengkap, dimana orang dapat tinggal, beribadah, bekerja, berbelanja, bermain bahkan belajar di sini.