Loading...

News

Tol Layang Cikampek dan Kereta Cepat

Menilik Elevated Highway di Koridor Timur Jakarta

Tol Layang dan Tol Jor 2

Jalan tol layang atau Elevated Highway yang melintas kawasan Jababeka akan segera rampung dalam September 2019 ini. Tol layang yang terbentang dari kawasan Cikunir (KM 10) hingga Karawang Barat (KM 47) ini, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur tol Jakarta-Cikampek yang selama ini menjadi polemik yang berlarut-larut.

Hingga saat ini, pekerjaan konstruksi telah mencapai 96,5 persen. Dimana hanya tersisa pekerjaan minor seperti pengaspalan, pemasangan rambu, marka jalan, dan pembangunan gardu tol. Tol layang Jakarta-Cikampek akan menjadi jalan berbayar melayang terpanjang di Indonesia. Sebelumnya, rekor yang sama dimiliki oleh Tol Wiyoto Wiyono sepanjang 15 kilometer.

Berikut ini sejumlah fakta mengenai Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated) :

  1. Panjang Tol 36,4 Kilometer

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek memiliki panjang 36,4 Kilometer dan menjadikannya tol layang terpanjang di Indonesia untuk saat ini. Pengerjaan dari Tol ini dibagi menjadi sembilan seksi pengerjaan.

 

  1. Investasi 16,23 Triliun

Tidak tanggung-tanggung, pengerjaan Tol Layang Jakarta-Cikampek II memiliki nilai investasi yang fantastis yakni sebesar 16,23 triliun rupiah dengan biaya konstruksi mencapai 11,67 triliun rupiah. PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mengklaim masa konsesi dari investasi tol layang ini selama 40 tahun.

 

  1. Melewati 10 Kawasan di Koridor Timur Jakarta

Jalan tol layang yang dimulai dari Cikunir (Sta 9+500) hingga Karawang Barat (Sta 47+500) ini, melewati 10 kawasan sekaligus yakni Cikunir, Bekasi Barat, bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Cikarang Utama, Cikarang Barat, Cibatu, Cikarang Timur, dan Karawang Barat.

Untuk sementara pintu tol yang tersedia baru berada di awal dan akhir dari jalan tol layang. Akan tetapi, pihak JJC sedang menunggu persetujuan dari Badan Pengatur jalan Tol (BPJT) untuk pintu exit tol lain dari tol layang ini.

Tol Layang Cikampek dan Kereta Cepat

  1. Target Penyelesaian Konstruksi September 2019

Pada pertengahan September 2019, pengerjaan konstruksi telah mencapai lebih dari 95% dan ditafsir akan selesai pada akhir September 2019. Setelah penyelesaian konstruksi, pihak JJC akan melakukan uji coba beban dan kelayakan terlebih dahulu untuk memastikan faktor keselamatan.

 

  1. Target Fungsional Operasional November 2019

Sedangkan publik dapat merasakan dari tol layang Jakarta-Cikampek ini pada bulan November 2019. Menurut JJC, kehadiran tol layang ini dapat memperlancar arus mudik Natal dan tahun baru 2020. Sedangkan diperkirakan akan beroperasi secara penuh pada awal 2020.

 

  1. Konstruksi Tahan Gempa

Jalan Tol layang yang menggunakan baja lebih dari 245.000 ton dan sukses merelokasi berbagai utilitas umum ( seperti 11 SUTET, 128 Penerangan Jalan Umum, 83 rambu lalin, 15 kabel serat optic, serta 10 pipa gas dan minyak) telah dirancang untuk menahan guncangan gempa bermagnitudo tinggi lebih dari 8 magnitudo. Dengan adanya expansion joint yang di pasang pada setiap sambungan pierhead, memberikan kemampuan tol layang ini dalam menahan gempa hingga 1000 tahun lamanya.

 

Setidaknya ada lebih dari 70.000 kendaraan yang melintas di ruan tol Jakarta-Cikampek, kehadiran tol layang ini diprediksi mampu mengalihkan 40 hingga 50 persen angka kepadatan tersebut. Terlebih lagi, tol layang ini pun nantinya dapat memangkas waktu tempuh para pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek.

 

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang ada di koridor Timur Jakarta. Masih ada sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya seperti pembangunan jalur LRT, MRT, JORR II, double-double track commuter line, dan kereta cepat. Pembangunan infrastruktur di koridor Timur Jakarta dapat dikatakan lebih banyak dibandingkan dengan wilayah sekitar Jakarta lainnya.

 

Secara tidak langsung keberadaan dari infrastruktur ini dapat mendongkrang nilai properti di kawasan koridor Timur Jakarta, termasuk salah satunya kota Jababeka. Kota Jababeka akan menjadi kawasan yang dapat merasakan langsung dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut.

 

Infrastruktur merupakan “tulang punggung” dari pertumbuhan properti di suatu kawasan. Suatu kawasan dapat bernilai tinggi apabila didukung dengan infrastruktur yang lengkap di dalamnya. Oleh karena itu, saat inilah menjadi waktu yang tepat bagi anda untuk berinvestasi di kawasan koridor Timur Jakarta, yang memiliki segudang infrastruktur dan fasilitas yang lengkap dan dipastikan memiliki nilai yang tinggi.