President University dan Monash University mengajak kalian untuk mengikuti webinar online dengan mengusung topik utama ” Optimizing Tech Advancement to Boost Industry 4.0″ yang akan berlangsung pada :
Hari : Kamis, 10 September 2020
Pukul : 13.30 – 15.00 WIB
Link Registrasi Zoom : http://bit.ly/monashpresunivwebinar
Pada Webinar ini akan memberikan pandangan akademis dan industri mengenai mengenai bagaimana teknologi dapat mendorong pengembangan industri 4.0.
Dengan narasumber terpercaya seperti :
Mr. Sutedja S. Darmono ( Director PT. Jababeka Tbk )
Prof. Abid Khan (Deputy Vice-Chancellor & Vice -President Global Engagement Monash University )
Mr. Fadli Hamsani ( Country Digital Transformation PT. Schneider Electric )
Dengan Moderator : Mr. Suresh Kumar ( Asst. Professor Faculty of Business President University )
JAKARTA, KOMPAS.com – Tak banyak pengembang yang masih tetap berproduksi dan menawarkan inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan hunian di tengah krisis akibat Pandemi Covid-19.
Salah satunya adalah PT Jababeka Residence. Pengembang anak usaha PT Jababeka Tbk ini tengah memasarkan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Presiden Direktur PT Jababeka Residence Sutedja Sidharta Darmono menuturkan, produk terbaru ini diberi nama Rotterdam, di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Desainnya dirancang kompak, dan sesuai dengan kebutuhan pasar sasaran, yang sebagian besar merupakan pembeli rumah pertama atau first time home buyer, dan juga kalangan milenial.
Presiden Direktur Jababeka Residence Sutedja Sidarta Darmono mengatakan, Pandemi Covid-19 ini telah membawa banyak perubahan, oleh karena itu perusahaan melakukan tindakan responsif.
“Pasar kini telah mengubah arah anginnya, saat ini makin banyak tuntutan dan permintaan yang begitu spesifik akan hunian, akan tetapi perubahan ini memberi suatu peluang tersendiri bagi Jababeka untuk berinovasi,” tutur Sutedja dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Menurut Sutedja, Rotterdam dirancang dengan konsep rumah kompak dengan tatanan ruang yang efisien, dan harga terjangkau.
Desain rumah kompak ini direpresentasikan ke dalam dua tipe. Tipe 1 luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 30 meter persegi, Tipe 2 luas bangunan 54 meter persegi dan luas tanah 45 meter persegi.
Produk baru ini berada di kawasan Sport City Extension seluas 13 hektar yang dekat dengan beragam fasilitas dan infrastruktur transportasi.
Kondisi ini, kata Sutedja, memudahkan penghuni untuk dapat beraktivitas dengan memanfaatkan transportasi umum.
General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence Eric Limansantoso menambahkan, Rotterdam ditawarkan dengan jumlah terbatas, hanya 70 unit untuk tahap pertama.
“Kami mematoknya dengan harga Rp 370 jutaan,” kata Eric.
Calon konsumen dapat memiliki hunian Rotterdam Jababeka hanya dengan NUP Rp 2 juta dengan uang muka atau down payment (DP) 5 persen yang bisa dicicil enam kali.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hunian Rotterdam ini, Anda dapat menyaksikan program PropTalk dengan tema ” Hunian Pilihan Sesuai kantong Milenial” pada Kamis (13/8/2020) pukul 19.00 WIB secara langsung melalui kanal Intagram Kompas.com.
Cikarang – Dalam rangka menyambut hari jadi Bhayangkara yang ke-74 tahun pada 1 Juli mendatang, Jababeka bersama Polres Metro Bekasi menggelar acara bakti sosial pemeriksaan Rapid Test secara drive-thru kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan Jababeka yang bertepatan pada tanggal 22 Juni 2020.
Kepala Polres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Pol. Hendra Gunawan, S.I.K, M.Si yang turut serta dalam acara bakti sosial di kawasan pertokoan Plaza Roxy Jababeka ini, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari kepolisian dan juga dukungan dari pengembang kawasan Jababeka dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di kawasan Kabupaten Bekasi.
Selain Kapolres Metro Bekasi, acara ini juga dihadiri oleh Letnan Kolonel Inf Ferry Sandhi ( Dandim 0509/Kab. Bekasi ) serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha. Pada kesempatan ini, masyarakat dapat menjalani Rapid Test ini secara gratis tanpa pungutan biaya. Adapun angka kasus positif di kabupaten Bekasi sendiri telah turun secara drastis dari waktu ke waktu, hingga saat ini (22 Juni 2020) hanya tersisa 14 kasus positif dengan parameter dibawah sedang yang berada dalam pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.
“Kami terus mendukung segala gerakan positif dari berbagai pihak dalam memerangi wabah Covid-19, termasuk gerakan dari kepolisian yang berlangsung pada hari ini. Kami berharap segala bentuk support dan aksi yang telah kami lakukan selama ini dapat membantu pemerintah untuk menjadikan kabupaten Bekasi sebagai zona hijau yang bersih dari Covid-19.” Jelas Suteja S. Darmono selaku President Director Jababeka Residence.
Sebelumnya Jababeka sendiri telah melakukan sejumlah gerakan sosial dalam rangka melawan wabah Covid-19 di daerah kabupaten Bekasi. Pada bulan Maret 2020, Jababeka bersama tenant dan mitra bisnisnya berhasil menggalang donasi sebesar 7 miliar berupa uang tunai, alat kesehatan dan kebutuhan pokok seperti beras, shampoo, sabun, teh dan lain lain. Adapun bantuan ini telah berhasil diserahkan kepada Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi pada 8 April 2020.
Tak sampai disitu, aksi sosial Jababeka dalam memerangi Covid-19 terus berlangsung, dimana pada bulan Mei 2020, Jababeka melakukan gerakan 5000 paket hand sanitizer dan masker yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang berada disekitar kawasan Jababeka Cikarang. Pembagian paket bantuan ini sukses dilakukan dengan metode Drive-thru di kawasan Movieland Jababeka.
“Kami tak hanya mengembangkan kawasan ini, namun kami terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap kehidupan sosial masyarakat,” Pungkas Suteja. Dirinya pun menambahkan bahwa upaya dalam memerangi Covid-19 ini perlu dilakukan secara bersama dengan kesadaran penuh akan pentingnya pola hidup sehat dan kebiasaan hidup bersih oleh semua masyarakat.
Bekasi – Statistik angka peningkatan pasien positif virus Corona di Indonesia dinilai cukup signifikan setiap waktunya, hingga saat ini telah lebih dari 14.000 kasus yang telah dikonfirmasi. Kondisi ini tentunya sangat meresahkan sebagian besar masyarakat Indonesia. Perlu diakui bahwa tingkat kesadaran pola hidup sehat dan gaya hidup bersih di masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, sehingga angka pasian Corona pun tak dapat dibendung dalam waktu singkat. Melihat fenomena ini, tak sedikit perusahaan besar di Indonesia yang tergerak untuk melakukan suatu langkah besar guna memperlambat laju penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah pengembang kawasan industri dan kota mandiri modern terbesar di Indonesia yakni Jababeka Group, yang telah melakukan serangkaian aksi sosial yang dinilai dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi penyebaran Covid-19.
Belum lama ini, Jababeka Group bersama anak perusahaannya yakni Jababeka Residence, Jababeka Infrastruktur dan Jababeka Industrial Estate, melakukan aksi sosial bersama dengan membagikan 5000 paket hand sanitizer dan masker kepada masyarakat yang berada di sekitar kota Jababeka Cikarang. Acara bakti sosial ini dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Mei 2020 bertepatan di kawasan Movieland Jababeka Cikarang.
Puluhan sukarelawan yang mayoritas berasal dari mahasiswa President University dan juga karyawan Jababeka Group saling bekerja sama dalam membagikan paket hand sanitizer dan masker. Aksi sosial ini pun mendapat tanggapan sangat positif dari masyarakat dan sejumlah komunitas di kawasan Cikarang yang melakukan drive-thru pembagian paket hand sanitizer & masker secara tertib dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Keseriusan Jababeka Group dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini pun terbukti dengan keikutsertaan jajaran Direksi Jababeka Group yang turut serta dalam aksi sosial ini. “Aksi kami pada hari ini merupakan suatu wujud nyata dan bakti kami kepada masyarakat dan pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19” Tutur Suteja S. Darmono selaku President Director Jababeka Residence yang turut serta dalam aksi sosial. Dirinya pun meyakini bahwa kini saatnya segala lapis masyarakat termasuk pelaku bisnis untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam memerangi wabah Covid-19.
Sebelumnya, pada bulan April 2020, Jababeka telah bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Universitas President serta ratusan tenant dan mitra Jababeka dalam memberikan bantuan donasi sebesar 7 Miliar dalam bentuk uang, alat kesehatan, hand sanitizer, alat pelindung diri (APD), face shield, cairan disinfektan yang diterima langsung oleh Satgas Covid-19 di Kabupaten Bekasi.
Hyanto Wihadhi selaku Direktur PT. Jababeka Tbk mengatakan “ Upaya pencegahan Covid-19 perlu dilakukan secara serentak, baik itu pemerintah, masyarakat,dan dunia usaha. Semoga dengan upaya kami hari ini dapat bermanfaat dan memberi kesadaran lebih akan bahayanya wabah ini.”
Selain aksi sosial dan penggalangan dana, Jababeka juga aktif melakukan pencegahan di lingkungan perkantoran, kawasan industri, serta area komersial yang berada di dalam kawasan Kota Jababeka Cikarang. Mulai dari himbauan dan sosialisasi masyarakat dan tenant, pengamanan lingkungan 24 jam,
penyediaan hand sanitizer dan masker dilingkungan kantor dan marketing gallery hingga penyemprotan disinfektan secara reguler di lingkungan hunian, ruko, dan tenant industri.
Dukungan Jababeka dalam menangani Covid-19 ini sejalan dengan nilai pokok perusahaan / corporate value yang selalu mengedepankan kepedulian sosial yang berkelanjutan kepada masyarakat. “Kami akan terus menerus untuk mengembangkan diri dan memberikan dampak positif kepada masyarakat agar terciptanya kehidupan yang lebih baik.” pungkas Suteja S.Darmono.
Angka orang positif COVID-19 kian hari semakin meningkat. Kondisi ini membuat kita mengandalkan tenaga medis dalam menangani pasien. Tapi sayangnya tenaga medis kekurangan alat kesehatan, khususnya Alat Pelindung Diri. Padahal mereka berada dekat dengan penderita dan mengancam kesehatan mereka setiap saat.
Melihat kondisi itu, para tenant-tenant di Kawasan Industri Jababeka tergerak membantu dengan melakukan penggalangan dana. Aksi ini dilakukan sejak tanggal 23 Maret 2020 dan diorganisir oleh Jababeka Infrastruktur selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dan Yayasan Pendidikan Universitas Presiden. Saat ini terkumpul bantuan sebesar 7 miliar dan telah diserahkan kepada Satuan tugas (satgas) COVID-19 di Kabupaten Bekasi pada hari Rabu (8/4/2020).
Serah terima bantuan secara simbolis berupa alat kesehatan diterima oleh Juhandi selaku Asisten Daerah 2 Kab. Bekasi yang mewakili Bupati Kabupaten Bekasi dan Moh. Azis selaku Ketua Baznas Kabupaten Bekasi yang diberikan langsung oleh Tjahjadi Rahardja selaku Direktur Utama Jababeka Infrastruktur, didampingi dr. Iskandar Suhardi selaku Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Seluruh Indonesia – yang ditugaskan untuk mendistribusikan bantuan untuk rumah sakit– , Kapolres Metro Bekasi yang diwakili oleh AKBP Muryono selaku Kabag Ops Polres Metro Bekasi; Prof Joni Okatavian Rektor President Univeraity yang mewakili YPUP serta beberapa pemimpin perusahaan tenant KIJA di Auditorium Charles Himawan, President University, Cikarang, Rabu (8/4).
Bantuan yang diberikan berupa uang, Alat Pelindung Diri, masker, hand sanitizer, cairan desinfektan, sepatu boat, face shield, velbed, dan beberapa kebutuhan pokok, untuk tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan.
“Inilah hasil dari gotong royong yang dilakukan oleh tenant-tenant. Kami sangat bangga dengan tenant kami yang berkontribusi sebisa mereka, sebagian melalui barang-barang dan dana tunai. Kami harap bantuan ini bisa membantu pemerintah daerah menangani COVID-19, terutama para dokter dan tenaga medis yang memerlukan alat kesehatan,” ungkap Tjahjadi saat memberi sambutan.
Juhandi pun tak malu menunjukan rasa terima kasihnya kepada para tenant KIJA yang telah berinisiatif melakukan aksi nyata lewat penggalangan dana. Ia yakin bantuan tersebut akan membantu menekan penyebaran COVID-19 dan melindungi para tenaga medis saat bekerja.
“Kita ingin mengucapkan terima kasih sebagai pemerintah daerah. Wabah ini tidak terlihat mata, oleh karenanya kita patut bekerja sama untuk memeranginya. Agar mata rantai virus ini bisa terputus. Dan saya menghimbau agar setelah ini langsung turun kelapangan supaya masyarakat bisa melakukan pencegahan penyebaran sedini mungkin dan mendorong masyarakat untuk terus waspada,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, dr. Iskandar Suhardi mengatakan bahwa ia akan bekerja keras agar bantuan alat kesehatan ini tepat sasaran dan akan didistribusikan secepatnya. Rencananya, semua alat kesehatan akan dibagikan bertahap kepada 40 rumah sakit swasta, 100 Klinik, dan puskesmas di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bekasi.
“Pekerjaan tenaga medis itu spesifik. Kami bekerja di hilir. Kami yang menangani langsung orang sakit. Jadi kami butuh alat kesehatan seperti APD lengkap agar bisa bekerja dengan nyaman, Dan dengan adanya bantuan ini, mereka merasa terbantu dan bisa bekerja jauh lebih maksimal dalam menangani pasien COVID-19. Sehingga angka orang positif COVID-19 bisa ditekan dan tidak menulari lagi tenaga medis,” tutupnya.
Adapun dari ratusan tenant dan mitra Jababeka yang memberikan bantuan, diantaranya PT Tokai Texprint Indonesia yang memberikan kain 1000 yard senilai 20 juta, PT. Haluan yang memberikan jasa menjahit masker sebanyak 5500 buah, PT. CHEMCO yang memberikan baju APD 100 buah senilai 35 juta, PT Evonik Indonesia yang memberikan hand sanitizer 5 ton dan cairan disinfektan sebanyak 10 ton senilai 333 juta, dan PT. Unilever Indonesia yang memberikan 5000 sabun batang, 30.00 buah shampo, 10.000 buah teh sariwangi senilai 100 juta rupiah.
Kawasan Industri Jababeka (KIJA) bersama para tenant dan Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) menggalang dana untuk mencegah penyebaran wabah virus corona di Indonesia. Penggalangan dana yang diinisiasi oleh founder KIJA & YPUP, Setyono Djuandi Darmono, ini bertujuan untuk membeli alat-alat kesehatan demi meringankan beban pemerintah dalam melawan penyebaran virus corona, khususnya para tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan.
“Sampai saat ini antusiasmenya sangat luar biasa, Kawasan Industri Jababeka bersama para tenant, Yayasan Pendidikan Universitas Presiden bersama para akademisinya, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia bersama dokter-dokternya, semua bahu membahu pemerintah dalam memerangi COVID-19,” kata Budianto Liman selaku CEO Jababeka Group , di Menara Batavia, lantai 25, Senin (30/3/2020)
Ia menambahkan bahwa upaya penggalangan dilakukan karena pencegahan penyebaran virus corona tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga semua pihak.
“Kami sepenuhnya sadar, bahwa tidak cukup mengandalkan pemerintah jika kita ingin virus corona cepat teratasi. Kita harus kerjasama untuk mempercepat kerja pemerintah, agar penyebaran dari virus bisa kita tertangani secepat mungkin dan tidak ada lagi korban,” terang Budianto.
Adapun dana yang saat ini sudah terkumpul akan digunakan membeli alat pelindung diri (APD), masker N95, respirator hand sanitizer, dan desinfektan. Sejauh ini dana yang terkumpul kurang lebih sebesar 6 miliar rupiah dan jumlahnya masih akan terus bertambah.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir Budi Susilo Soepandji selaku Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Universitas Presiden dan Ketua aksi penggalangan dana , menambahkan, bantuan tahap awal telah didistribusikan pada Senin (30/3) berupa 75 masker N95 dan ADP kepada para dokter di 3 puskesmas dan 16 rumah sakit.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para tokoh dan dokter yang tergabung dalam aksi penggalangan dana ini, sehingga pendistribusian bisa cepat terlaksana dan juga tepat sasaran,” ungkap Prof Budi.
Tim aksi penggalangan dana memberikan masker N95 ke RS Harapan Mulia Cibarusah, salah satu rumah sakit dari 16 rumah sakit yang akan mendapat masker N95, (Foto: dokter Iskandar)
“Bantuan ini akan terus berlanjut, sampai semua pemesanan alat kesehatan kami sampai. Dan kami harap bantuan kami, bisa membantu meringankan beban pemerintah yang sedang gencar memerangi virus corona. Dan semoga Indonesia bisa kembali normal dan kita bisa melakukan aktivitas seperti biasa, amin,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang kini memiliki rezeki lebih dan ingin menyisihkan sedikit rezekinya, YPUP masih membuka untuk penerimaan donasi melalui transfer ke rekening YPUP, yaitu 873-111111 (BCA) atas nama Yayasan Pendidikan Universitas Presiden
Wabah virus Corona telah menerpa sebagian besar Negara yang ada di dunia, tak terlepas Indonesia yang baru-baru ini dihebohkan dengan penemuan warga Indonesia yang terpapar virus Corona. Tak hanya memberi dampak pada kesehatan, virus Corona pun sukses memberi imbas terhadap perekonomian global.
PT Jababeka Infrastruktur, anak usaha PT Jababeka Tbk dan PT Pertagas Niaga menandatangani perjanjian kerja sama Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan Gas Kota (City Gas) wilayah Kabupaten Bekasi, di Jababeka Residence, Bekasi, Selasa (25/02).
President Director PT Pertagas Niaga (PTGN) Linda Sunarti mengatakan, PTGN yang merupakan anak usaha PT Pertamina Gas, memasok gas bumi untuk area perumahan dan komersial yang disebut city gas.
Pembangunan jaringan gas kota merupakan program Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna menekan subsidi liquid petroleum gas (LPG) dan mewujudkan diversifikasi energi dalam negeri.
“Hingga saat ini Pertagas Niaga telah melayani 3.949 sambungan rumah di Kabupaten Bekasi yang pembangunan jaringannya didanai APBN melalui Kementerian ESDM,” ujar Linda.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja menambahkan, perusahaan sebagai perintis pengelola kawasan Industri dan kota di Indonesia, sangat mendukung rencana PTGN mengembangkan jaringan pipa city gas di Jababeka Residence dan sekitarnya.
“Pengembangan jaringan ini juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menumbuh-kembangkan bisnis terutama Usaha Kecil Menengah (UKM), pengelola apartemen dan hotel,” imbuh Tjahjadi.
Senada dengan Tjahjadi, Direktur PT Jababeka Infrastruktur Sutedja Sidarta Darmono menjelaskan, prospek bisnis di Kota Jababeka terus maju pesat.
Hingga saat ini tercatat lebih dari 12.000 kepala keluarga (KK) yang mendiami Jababeka Residence.
Selain itu, terdapat pula tujuh hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan sedang dibangun beberapa apartemen di Jababeka Residence. Pada tahun-tahun mendatang, kata Sutedja, properti komersial lainnya akan gencar dibangun.
“Kami berharap pasokan city gas dapat menarik minat investor baru menanamkan modalnya di Jababeka Residence dan membangun Kota Jababeka menjadi kota mandiri,” cetus Sutedja.
Pada kesempatan yang sama, ditandatangani juga key term jual beli gas antara PT Jababeka Infrastruktur dengan PT Anumana Graha Cantika untuk melayani kebutuhan gas bumi di Living Plaza Jababeka.
Jaringan gas ini, menurut Direktur Utama PT Anumana Graha Cantika Sylvie Djohan, sangat membantu pelaku usaha mendapatkan harga gas lebih murah.
“Selain itu juga adanya jaminan kontinuitas pasokan sehingga para penyewa di Living Plaza Jababeka lebih nyaman untuk berusaha,” kata Sylvie.
Melakukan perjalanan dari Jakarta ke Kota Jababeka yang berada di kawasan timur Jakarta ternyata tak memakan waktu lama.
Pengalaman itu dituturkan Menteri Pariwisata Indonesia peride 2014-2019, Arief Yahya, saat business gathering Jababeka Group yang digelar bersamaan dengan perayaan tahun baru Imlek 2020.
11 Februari 2020, Cikarang – Lantunan musik akustik khas Cina serta menu khas imlek – Siu Mie mewarnai Business Lunch Gathering yang sukses digelar oleh Jababeka Residence selaku pengembang kota mandiri Jababeka di Ballroom Holiday Inn Cikarang. Pada acara ini dihadiri oleh sejumlah pengusaha retail dan pelaku industri yang berasal dari Jakarta hingga Bekasi. Adapula Sutedja S. Darmono selaku President Director Jababeka Residence , Budihardjo Iduansjah selaku Chairman Hippindo, serta Arief Yahya – menteri pariwisata Indonesia periode 2014 – 2019 yang turut hadir di acara gathering ini.
Acara yang digelar di ruang Ballroom mewah ini berhasil menyerap perhatian dari pelaku bisnis, setidaknya terdaftar lebih dari 180 peserta dalam acara gathering pada siang hari itu. “Kami menggelar acara business gathering ini dengan tujuan untuk memberikan informasi dan gambaran terkini mengenai proyeksi potensi dan prospek bisnis yang tinggi yang dimiliki oleh Kota Jababeka disepanjang tahun 2020.” Tutur Sutedja S. Darmono saat diwawancara. Dirinya mengimbuhkan bahwa Jababeka tidak hanya memberikan produk unggulan namun dapat menjadi suatu “platform” bagi pihak lain untuk berkembang bersama dan memanfaatkan segala potensi di dalamnya.
Hingga awal tahun 2020 ini, Kota Jababeka telah dilengkapi oleh sederet kawasan komersial strategis baru seperti Rodeo Drive dan Hollywood Boulevard yang berada di kawasan Movieland Jababeka, serta Sudirman Boulevard yang tepat berada jalan utama Jababeka. Pusat perbelanjaan dan gaya hidup di kota Jababeka kini semakin lengkap dengan kehadiran Mall Living Plaza Jababeka dan Hollywood Junction Jababeka yang telah hadir sebelumnya. Seluruh kawasan komersial tersebut kini telah dipenuhi oleh lebih 200 perusahaan ternama yang bergerak di bidang kuliner, perbankan, otomotif, retail, dan hiburan.
Selain itu, Jababeka Residence pun telah sukses merilis kawasan bisnis premium – Ginza Business Loft yang saat ini telah terjual 75% dimana telah terdaftar sederet brand ternama seperti All Fresh, Restoran Seafood Wiro Sableng, dan Premium Car Showroom. Ada juga kawasan Sport City Jababeka yang turut menghadirkan kawasan komersial baru ( Ruko Sevilla dan Ruko Monaco ) yang dekat dengan jalur Pantura. Perkembangan industri di kota Jababeka telah menunjukkan perkembangan yang pesat, saat ini kawasan industri Jababeka telah memasuki pengembangan fase 8 dengan lebih dari 2000 perusahaan di dalamnya.
Beragam fasilitas kota modern yang tidak hanya dapat menunjang kehidupan namun juga dapat menopang perkembangan bisnis dan industri di Kota Jababeka. Mulai dari pembangkit listrik mandiri yang sanggup menyuplai 1000 MW, Waste Water Treatment Plant & Water Treatment Plant yang mampu mengolah limbah dan memberikan air bersih hingga 72.600 m3/hari, Cikarang Dry Port sebagai pusat solusi logistic, jaringan serat optic (fiber Optic) berkecapatan tinggi, 24 hrs Security, hingga Heli Commuter. Untuk urusan perizinan usaha yang menjadi salah satu “cost of doing business” dan kendala bagi sebagian pelaku bisnis dapat dipermudah dengan kehadiran layanan J-FAST dari Jababeka.
Infrastruktur layaknya kota besar pun dapat ditemukan di kota Jababeka yang dapat dikatakan sangat lengkap dan memadai. Konektivitas dengan kota-kota besar lainnya semakin dipermudah dengan 3 akses pintu tol yang terhubung langsung dengan kawasan Jababeka ditambah dengan jalan tol layang Japek. Sedikitnya terdapat 10 pembangunan infrastrukutr modern yang akan ada di sekitar kawasan kota Jababeka, seperti Tol JORR II, LRT Jakarta-Cikarang, MRT Balaraja-Cikarang, DDT Commuter Line, High Speed Train Jakarta-Bandung, Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan masih banyak lainnya.
Budihardjo Iduansjah memberi komentar bahwa “Perkembangan yang begitu pesat di kawasan Timur Jakarta ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pergerakan dan perkembangan bisnis di Indonesia, dengan infrastruktur yang semakin lengkap tak menutup kemungkinan berbagai peluang dan potensi di dalamnya.” Menambahkan komentar tersebut Arif Yahya pun mengatakan bahwa Kota Jababeka yang berada tepat ditengah Koridor Timur Jakarta dapat menjadi lokasi yang tepat untuk mengembangkan pariwisata belanja seperti premium factory outlet dan wisata kuliner yang saat ini tengah berkembang dan akan menjadi tren di waktu kedepan.
Kedepannya, Kota Jababeka telah mempersiapkan konsep dan tata kota berbasis konsep TOD ( Transit Oriented Development). Konsep tata kota Jababeka ini akan mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan angkutan massal yang terintegrasi dengan seluruh kawasan di Jababeka. Disinyalir konsep teranyar ini akan menjadi konsep primadona yang paling ditunggu-tunggu pada masa depan dimana kota Jababeka akan terhubung langsung dengan beragam moda transportasi yang terintegrasi secara utuh. Selain itu, di tengah kota Jababeka telah direncanakan pengembangan kawasan factory outlet premium dan sentra kuliner terpadu dengan cita rasa internasional, dimana proyek ini diyakini akan menyerap perhatian banyak orang.
Sutedja S. Darmono berkomentar bahwa, “Di tahun 2020 ini, merupakan tahun yang penuh dengan prospek baru, banyak pembangunan infrastruktur yang dipercepat kearah koridor Timur, tentunya hal ini bisa menjadi peluang baru yang harus segera kita tangkap.” Menurutnya kinilah momen yang tepat untuk membidik Kota Jababeka sebagai destinasi investasi 2020 yang berada kawasan Timur Jakarta yang tengah berkembang sangat pesat dan menjadi lokasi prima yang strategis.