Screenshot 2026 08 06

Jababeka X KAJI Hadirkan Pengalaman little japan di Indonesia Puluhan Ribu Pengunjung Ramaikan Kota Jababeka

Screenshot 2026 08 06

Cikarang, 28 Juli 2026 – Sakura Matsuri 2026 sukses digelar pada 25–26 Juli 2026 di Hollywood Junction, Kota Jababeka, Cikarang. Selama dua hari penyelenggaraan, festival budaya Jepang hasil kolaborasi Jababeka dengan Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI) ini berhasil menghadirkan pengalaman “Little Japan” di Indonesia dengan menyuguhkan perpaduan budaya, hiburan, kuliner, edukasi, dan kolaborasi yang menarik antusiasme puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-13, Sakura Matsuri kembali menjadi salah satu festival budaya Jepang terbesar di Indonesia. Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya Jepang, kompetisi cosplay, bazar kuliner Jepang dan Nusantara, area komunitas, workshop, talkshow mengenai peluang studi dan karier di Jepang, hingga penampilan spesial dari JKT48, DIA, dan berbagai komunitas budaya Jepang.

Tahun ini, Sakura Matsuri 2026 hadir dengan konsep yang lebih komprehensif dengan memadukan unsur hiburan, edukasi, sosial, dan kesehatan. Selain menikmati kemeriahan festival budaya Jepang, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai peluang belajar, magang, bekerja, hingga membangun karier di Jepang melalui sesi berbagi bersama praktisi, alumni, dan institusi yang berpengalaman di Negeri Sakura. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, Sakura Matsuri 2026 juga menghadirkan program beasiswa bahasa Jepang bagi pengunjung beruntung yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Jepang, serta menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial, sehingga festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Screenshot 2026 08 06

Sebagai kawasan yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 perusahaan, termasuk ratusan perusahaan asal Jepang, serta ribuan ekspatriat Jepang yang tinggal dan bekerja di kawasan tersebut, Kota Jababeka menjadi lokasi yang tepat untuk menghadirkan pengalaman budaya Jepang yang autentik. Keberadaan ekosistem industri, pendidikan, bisnis, dan komunitas Jepang yang telah tumbuh selama puluhan tahun menjadikan Sakura Matsuri sebagai refleksi nyata dari eratnya hubungan Indonesia dan Jepang.

Ivonne Anggraini, Director PT Graha Buana Cikarang, menyampaikan “Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme seluruh masyarakat, komunitas, pelaku UMKM, sponsor, tenant, media, dan seluruh mitra yang telah menjadi bagian dari Sakura Matsuri 2026. Tingginya antusiasme pengunjung membuktikan bahwa Sakura Matsuri telah menjadi salah satu festival budaya Jepang yang paling dinantikan di Indonesia. Sakura Matsuri bukan sekadar festival hiburan, tetapi juga menjadi wujud komitmen kami dalam mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui budaya, pendidikan, pariwisata, dan kolaborasi ekonomi. Festival ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi deklarasi Kota Jababeka sebagai Kota Wisata Industri, dengan menghadirkan pengalaman Little Japan in Indonesia yang mengintegrasikan budaya, industri, dan gaya hidup dalam satu kawasan”

Sementara itu, Fuad A. Kadir, Chairman Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI), mengatakan bahwa penyelenggaraan Sakura Matsuri merupakan bentuk nyata upaya memperkuat hubungan antar masyarakat Indonesia dan Jepang melalui pendekatan budaya.

“Sakura Matsuri telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival budaya. Festival ini merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui seni, kuliner, pendidikan, dan berbagai kegiatan yang memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people connection). Kami percaya bahwa persahabatan yang kuat dibangun melalui interaksi, saling mengenal budaya, dan menciptakan kesempatan untuk belajar satu sama lain.Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak program edukatif, mulai dari talkshow, workshop, hingga informasi mengenai peluang studi, magang, dan karier di Jepang. Kami berharap generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal budaya Jepang, tetapi juga memperoleh inspirasi dan wawasan untuk mengembangkan kompetensi mereka di tingkat global.”

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Sakura Matsuri 2026 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kehadiran puluhan ribu pengunjung turut meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, tenant kuliner, sektor transportasi, perhotelan, hingga ekonomi kreatif di Kabupaten Bekasi.

Kemudahan akses menuju Kota Jababeka melalui berbagai moda transportasi, seperti KRL Commuter Line, layanan Transjabodetabek B51, serta jaringan jalan tol yang terhubung langsung dengan kawasan, turut mendukung tingginya jumlah kunjungan masyarakat selama festival berlangsung.

Keberhasilan Sakura Matsuri 2026 kembali menegaskan Kota Jababeka sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya menjadi pusat industri dan investasi, tetapi juga destinasi budaya, pendidikan, dan pariwisata. Melalui semangat kolaborasi yang terus dijaga, Sakura Matsuri diharapkan terus menjadi jembatan persahabatan Indonesia–Jepang sekaligus menghadirkan pengalaman “Little Japan” di Indonesia yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

“Kami berharap Sakura Matsuri terus berkembang menjadi agenda budaya bertaraf internasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta semakin memperkuat posisi Kota Jababeka sebagai Kota Wisata Industri.” Tutup Ivonne 

Screenshot 2026 08 06

Jababeka Ecoweek 2026 Catatkan Pencapaian 100.000 Pohon Mangrove di Pesisir Utara Bekasi

Screenshot 2026 08 06

Muara Gembong, 23 Juli 2026 – PT Jababeka Infrastruktur, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, bersama 27 perusahaan tenant Kawasan Industri Jababeka menandai pencapaian penting dalam upaya pelestarian pesisir Pantai Utara Bekasi. Melalui rangkaian Jababeka Ecoweek 2026, sebanyak 35.000 bibit mangrove ditanam di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadikan total penanaman mangrove secara kumulatif sejak program ini dimulai pada 2018 kini mencapai 100.000 pohon.

Pencapaian ini sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, “Resilient Coasts, Sustainable Impact”, yang merefleksikan semangat membangun ketahanan (resilience) kawasan pesisir terhadap ancaman abrasi dan perubahan iklim, sekaligus mendorong agar setiap upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan (sustainable impact) — baik bagi ekosistem pesisir maupun bagi masyarakat di sekitarnya. Angka 100.000 pohon menjadi representasi konkret dari semangat tersebut: sebuah proses bertahap, konsisten, dan kolaboratif yang dibangun selama hampir satu dekade. Momentum ini turut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Mangrove Sedunia (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem) yang jatuh setiap tanggal 26 Juli, menjadi pengingat pentingnya keberlanjutan upaya pelestarian ekosistem mangrove secara global.

Di tingkat nasional, semangat pelestarian mangrove tersebut turut sejalan dengan Gerakan Tobat Ekologis Nasional yang digaungkan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) sebagai upaya memulihkan ekosistem, termasuk kawasan pesisir dan mangrove, secara berkelanjutan. Penanaman 35.000 bibit mangrove di Muara Gembong ini turut tercatat dalam pendataan pemerintah sebagai bagian dari kontribusi terhadap target nasional penanaman 2 miliar pohon yang terus didorong percepatannya oleh KLH/BPLH di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Terkait kontribusi tersebut, Ricky Aditya, General Manager PT Jababeka Infrastruktur, menjelaskan bagaimana capaian tahun ini merupakan hasil dari proses yang berjalan bertahap. “Setiap tahun, kami terus menambah jumlah bibit yang ditanam di kawasan ini. Tahun ini, semangat itu kami lanjutkan dengan menambah 35.000 bibit baru, sehingga total penanaman kumulatif sejak 2018 kini mencapai 100.000 pohon. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengelola kawasan, tenant industri, dan masyarakat pesisir mampu menghasilkan dampak jangka panjang bagi lingkungan,” ujarnya.

Perjalanan panjang inilah yang dimulai sejak 2018, ketika Jababeka Ecoweek pertama kali digagas sebagai inisiatif PT Jababeka Infrastruktur bersama para tenant Kawasan Industri Jababeka dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sejak titik awal tersebut, program ini terus dijalankan secara rutin setiap tahun, dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir, termasuk berkontribusi pada mitigasi abrasi pantai dan pemulihan vegetasi mangrove di kawasan Muara Gembong, hingga akhirnya total penanaman kumulatif menembus angka 100.000 pohon pada 2026.

Pencapaian 35.000 bibit tahun ini sendiri merupakan hasil kontribusi kolektif dari 27 perusahaan tenant Kawasan Industri Jababeka, di antaranya PT Akzonobel Indonesia, PT International Paint Indonesia, PT ICI Paints Indonesia, PT Metalsindo Pacific, Graha Buana Cikarang, PT Cikarang Listrindo, PT Pharma Health Care, PT Sumber Mas Autorindo, PT Hulane Tech Manufacturing, PT Fukoku Tokai Rubber Indonesia, PT Dexa Medica, PT Hanes Supply Chain Indonesia, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Sari Takagi Elok Produk, PT Sanjaya International Fishery, Padang Golf Cikarang, PT Komatsu Undercarriage Indonesia, PT Kurita Indonesia, PT Magnum Ice Cream Indonesia, PT Nippon Steel Chemical & Material Indonesia, PT Anugerah Pharmindo Lestari, PT Tokai Texprint Indonesia, PT BS Indonesia, PT Mane Indonesia, PT Piaggio Indonesia Industrial, PT Kao Indonesia, dan PT Citra Langgeng Sentosa. Keterlibatan lintas sektor industri ini — mulai dari manufaktur, farmasi, otomotif, hingga consumer goods — mencerminkan bagaimana target 35.000 bibit tahun ini dapat tercapai melalui sinergi kolektif antara pengelola kawasan, dunia usaha, dan masyarakat sekitar, bukan kontribusi satu pihak semata.

Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Bappeda Kabupaten Bekasi, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Camat Muara Gembong, Kepala Desa Pantai Bahagia, serta Ketua Pokdarwis Alipbata, yang menegaskan sinergi lintas pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program ini.

Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, Jababeka Ecoweek 2026 juga menandai peresmian kawasan wisata mangrove di lokasi yang sama, membuka babak baru bagi masyarakat sekitar untuk turut merasakan manfaat ekonomi dari ekosistem yang selama ini mereka jaga bersama. Dengan demikian, pencapaian 100.000 pohon bukan hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga mulai memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir. Pencapaian 100.000 pohon bukanlah titik akhir, melainkan pijakan bagi langkah-langkah berikutnya. PT Jababeka Infrastruktur bersama seluruh tenant Kawasan Industri Jababeka menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan program ini di tahun-tahun mendatang, sejalan dengan semangat “Resilient Coasts, Sustainable Impact” — membangun pesisir yang tangguh, sekaligus menghadirkan dampak yang dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan.

Screenshot 2026 08 06

PT Jababeka Infrastruktur Borong Penghargaan di Ajang TJSLP/CSR Awards 2026 Kabupaten Bekasi

Screenshot 2026 08 06

Cikarang, 2 Juli 2026ANAK usaha PT Jababeka Tbk, PT Jababeka Infrastruktur selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka, menerima penghargaan dalam ajang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSLP) / CSR (Corporate Social Responsibility) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, bertempat di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (2/7/2026).

Adapun ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) secara inovatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat sepanjang tahun 2025.

Sabet enam penghargaan sekaligus

Dalam ajang tersebut, PT Jababeka Infrastruktur meraih enam (6) penghargaan sekaligus, yaitu Terbaik 1 Kategori Infrastruktur, Terbaik 1 Kategori Pengelola Kawasan Industri, Terbaik 2 Kategori SDGs Pilar Sosial, Terbaik 1 Kategori SDGs Pilar Ekonomi, Terbaik 1 Kategori SDGs Pilar Lingkungan, serta gelar Pemenang Top SDGs yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi sebagai bentuk pengakuan resmi atas kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025.

Top SDGs Award sendiri merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan dengan rekam jejak terbaik secara menyeluruh dari ketiga pilar SDGs, yaitu pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan capaian tersebut, PT Jababeka Infrastruktur menegaskan konsistensinya dalam menjalankan program pembangunan berkelanjutan secara terintegrasi.

Kolaborasi bersama masyarakat jadi kunci keberhasilan

Rangkaian penghargaan ini merupakan buah dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan program-program TJSLP yang menyasar aspek infrastruktur, lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Kawasan Industri Jababeka.

Salah satu program yang turut menjadi perhatian adalah penanaman mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong, yang dijalankan sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus melibatkan masyarakat setempat dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Selain itu, PT Jababeka Infrastruktur turut mendorong pengembangan Pusat Daur Ulang (PDU) Mekarmukti, sebuah program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menghadirkan Mini Plant of Low Carbon Feed. Melalui fasilitas ini, limbah organik diolah dengan metode budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), yang membantu mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang nilai ekonomi baru bagi warga sekitar.

Keberhasilan program TJSLP juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat sebagai mitra PT Jababeka Infrastruktur di lapangan, seperti Jahuri, Ketua RW 12 sekaligus Ketua Bumdes Mekarmukti, yang menginisiasi Mini Plant of Low Carbon Feed hingga berkembang menjadi Desa Eduwisata Mekarmukti dan meraih penghargaan Inovasi Program Unggulan KKN Universitas Pelita Bangsa 2024/2025; Sonhaji, Ketua Pokdarwis Alipbata, yang menggerakkan pelestarian dan ekowisata mangrove di Muara Gembong; serta Wiwi Marwiyah yang mendorong pemberdayaan ekonomi warga melalui keterampilan menjahit. Kolaborasi bersama para penggerak lokal ini menegaskan bahwa keberhasilan TJSLP juga ditentukan oleh semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun kesejahteraan bersama.

Menanggapi capaian ini, Didik Purbadi selaku Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, menyampaikan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan.

“Bagi Jababeka, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif,” ujarnya.

Purbadi –sapaan akrabnya – juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah memberikan penghargaan atas peran swasta dalam mendukung pembangunan daerah melalui program-program CSR. Ia turut mengucapkan terima kasih atas komunikasi dan kemitraan yang selama ini terjalin dengan baik antara pemerintah dan sektor swasta.

Menurutnya, CSR Awards Kabupaten Bekasi diharapkan bisa terus menjadi wadah yang mendorong perusahaan untuk menghadirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bekasi.

Melalui rangkaian program yang telah berjalan, PT Jababeka Infrastruktur akan terus menegaskan komitmennya demi mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bekasi, yakni dengan tetap memperhatikan keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar program-program TJSLP dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Ke depan, PT Jababeka Infrastruktur akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas, sejalan dengan upaya mendukung pencapaian target SDGs dan agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujar Vega.

Screenshot 2025 12 04

Audiensi Ditjen Intram di Kota Jababeka: Jababeka Berikan Gambaran Mobilitas Masyarakat dan Potensi Integrasi Transportasi

Cikarang, 2 Desember 2025 – Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, dengan Cikarang Raya di Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat penggeraknya. Kota Jababeka, sebagai kawasan industri di Cikarang, terus memperkuat posisinya sebagai kota mandiri berbasis industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus menjadi penyangga kawasan metropolitan. Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat didukung oleh lebih dari 2.000 perusahaan nasional maupun multinasional menjadikan Jababeka motor penting bagi perekonomian dan investasi nasional.

Peningkatan aktivitas tersebut mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang andal, terutama moda transportasi yang memastikan. Sebagai hinterland Jabodetabek, konektivitas Kota Jababeka dengan kawasan sekitarnya menjadi faktor penting untuk memastikan pergerakan pekerja dan logistik berjalan efisien tanpa membebani aktivitas harian

Kajian akademisi  mencatat sekitar 770 ribu perjalanan harian di Cikarang Raya Kabupaten Bekasi, dengan 46% di antaranya berasal dan menuju Jababeka. Angka ini menegaskan peran strategis Jababeka dalam menampung ekspansi penduduk dan industri, sekaligus pentingnya sistem transportasi yang lebih terintegrasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Jababeka terus memperkuat pengembangan kota mandiri melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD). Penyempurnaan konsep ini memungkinkan terciptanya sistem mobilitas yang lebih efisien, aksesibel, dan terintegrasi bagi penghuni, pekerja,serta pelaku bisnis.

“Penerapan konsep TOD di Jababeka merupakan langkah strategis dalam membangun kota yang berorientasi masa depan,” ujar Ivonne Anggraini, Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang. “Kami berkomitmen menciptakan ekosistem perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga Jababeka tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri, tetapi juga model kota mandiri modern yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.” 

Dirinya Pun menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur kawasan tidak bisa dilakukan secara parsial. “Melalui pembangunan sistem infrastruktur terpadu dan perluasan jaringan transportasi massal, kami membuka peluang kolaborasi strategis dengan pemerintah maupun pelaku industri swasta lainnya” ujarnya. “Kemitraan multipihak ini menjadi kunci untuk menghadirkan moda transportasi yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan—sehingga Jababeka mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas jangka panjang dan dinamika pertumbuhan kawasan.” dirinya pun menegaskan bahwa hal ini tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri. 

Upaya meningkatkan integrasi transportasi di Kota Jababeka kini memasuki tahap lebih konkret. Pada Jumat, 21 November 2025, dilakukan kunjungan lapangan bersama jajaran Kementerian Perhubungan dan pengembang kawasan industri untuk meninjau rencana pengembangan kabupaten bekasi dan sekitarnya serta memastikan kesesuaian konsep integrasi jaringan transportasi. Langkah ini memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam percepatan implementasi kawasan TOD khususnya di Jababeka sebagai bagian dari kawasan strategis nasional. 

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) hadir untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kawasan, pergerakan mobilitas masyarakat, serta peluang penguatan layanan transportasi publik yang dapat mendukung kelancaran aktivitas penghuni dan pekerja di kawasan Cikarang. Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi Ditjen Intram untuk memperoleh input dan kondisi lapangan yang dapat menjadi bahan pemetaan kebutuhan transportasi publik di wilayah tersebut.

“‎Kami mengapresiasi pengembangan kawasan Jababeka dan berbagai inisiatif yang telah dilakukan untuk memperkuat aksesibilitas layanan transportasi publik,” ujar Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal. “Informasi terkait pola perjalanan masyarakat, perkembangan moda transportasi, dan rencana integrasi kawasan menjadi masukan penting bagi kami dalam pemetaan kebutuhan mobilitas di wilayah Cikarang Raya.”

“Kami melihat potensi besar bagi peningkatan kemudahan mobilitas masyarakat melalui konektivitas antarmoda yang mulai terbangun di Jababeka. Kami terbuka untuk melanjutkan pembahasan teknis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kawasan guna melihat peluang sinergi ke depan, apabila dibutuhkan,” tambah Risal.

Audiensi ini menjadi forum pertukaran informasi dan perspektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan terkait dinamika mobilitas masyarakat serta peluang penguatan konektivitas di masa mendatang. 

Kota Jababeka kini didukung berbagai moda transportasi publik yang memudahkan mobilitas masyarakat, seperti AO Shuttle melayani perjalanan langsung ke sejumlah titik strategis di Jakarta, termasuk rute terbaru dari Hollywood Junction menuju AEON Deltamas. Selain itu, Damri mengoperasikan rute Jababeka–Bandara Soekarno-Hatta, sementara Primajasa menghubungkan Jababeka dengan Bandung. Integrasi kawasan juga diperkuat oleh layanan feeder modern Swatantra S01 dengan rute Stasiun Cikarang–President University, Kota Jababeka. Kehadiran KRL Cikarang dan layanan BISKITA yang terkoneksi dengan LRT semakin melengkapi aksesibilitas transportasi di Jababeka.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar turut berlangsung, seperti proyek MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan Pengembangan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek, yang kelak akan menjadi penghubung penting sistem mobilitas regional dan mempercepat perpindahan antar wilayah dari koridor barat – koridor timur Jakarta. 

Dari perspektif operasional bisnis, Kota Jababeka didukung infrastruktur kawasan yang matang. Cikarang Dry Port berperan sebagai pusat logistik terpadu yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempermudah proses distribusi. Lokasi Jababeka yang strategis—dekat dengan Pelabuhan Patimban dan Bandar Udara Kertajati—menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan akses distribusi cepat, terukur, dan berkelanjutan.

“Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, logistik, dan jaringan pendukung kawasan, Jababeka tidak hanya menghadirkan efisiensi mobilitas dan operasional industri, tetapi juga membangun lingkungan kota yang layak huni dan modern. Kami yakin upaya ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi para penghuni yang menginginkan kualitas hidup yang baik, aman, dan berkelanjutan.” Tutup Ivonne 

ARE YOU INTERESTED

IT'S TIME TO DISCOVER

THE POTENTIAL

FIND US

ADDRESS:

Marketing Gallery :
Mayfair Building,
JL. WAHIDIN SUDIROHUSODO, KAV. OASIS BLOK E, KOTA JABABEKA, KEL. SERTAJAYA KEC. CIKARANG TIMUR – BEKASI 17550

Phone:

Marketing Gallery :
+62 21 893 4570

+62 21 893 4580 

Whatsapp :

+62 818-0801-8801

E-mail:

info@jababekaresidence.com

download Jababeka residence application

Dapatkan informasi terbaru mengenai produk-produk Jababeka Residence, mulai dari rumah, ruko, apartemen hingga business loft dengan harga terjangkau.

ENQUIRE

    © 2026 PT Graha BUana Cikarang. All rights reserved.