Wajah Baru Jababeka: Padukan Sektor Industri dengan Pesona Wisata Budaya lewat Harmony Festival 2026

CIKARANG, 9 Maret 2026 –Selama tiga hari penyelenggaraan, Jababeka Harmony Festival 2026 yang berlangsung pada 6–8 Maret 2026 berhasil menarik antusiasme luar biasa masyarakat dengan estimasi sebanyak puluhan ribu pengunjung yang memadati kawasan Hollywood Junction Jababeka dan Kota Jababeka Cikarang.
Festival ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat — mulai dari komunitas budaya, pelaku industri global, keluarga, hingga pelaku UMKM lokal — yang berbaur dalam atmosfer harmoni yang hidup dan inklusif. Kemeriahan terlihat dari tingginya partisipasi pengunjung serta rangkaian kegiatan budaya, ekonomi kreatif, dan sosial yang berlangsung dinamis sepanjang penyelenggaraan.
Keberhasilan festival ini sekaligus mencerminkan visi besar kawasan yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk dalam membangun ekosistem kota modern yang tidak hanya maju secara industri, tetapi juga harmonis secara sosial dan budaya. Antusiasme publik yang tinggi menegaskan bahwa harmoni bukan sekadar konsep, melainkan pengalaman nyata yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar. Ini membuktikan bahwa kota yang maju adalah kota yang menghargai setiap perbedaan. Keberagaman di Jababeka adalah aset, dan ketika masyarakat merasa nyaman serta harmonis, daya beli akan meningkat secara alami. Ini bukti bahwa harmoni sosial mendorong kemajuan ekonomi daerah,”Ungkap Ivonne Anggraini selaku Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang

Kirab Multibudaya menjadi puncak kemeriahan Jababeka Harmony Festival, sekaligus momen yang sangat dinantikan masyarakat. Setelah satu dekade tidak digelar, kirab budaya ini akhirnya kembali hadir dengan kemegahan yang menjadikannya salah satu parade budaya terbesar yang pernah diselenggarakan di kawasan ini. Arak-arakan spektakuler tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari puluhan komunitas budaya yang datang dari berbagai kota, menampilkan keberagaman tradisi dalam satu perayaan yang meriah dan penuh warna.
Kemegahan kirab semakin terasa dengan hadirnya 15 tandu atau joli, 12 liong naga berukuran besar, serta puluhan barongsai yang bergerak bersama dalam satu parade budaya yang meriah. Tidak hanya komunitas seni budaya, tenant industri dan perwakilan masyarakat juga turut ambil bagian, menjadikan kirab ini sebagai simbol harmoni keberagaman sekaligus perayaan budaya yang spektakuler.
Acara ini dihadiri oleh Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang – Ibu Ivonne Anggraini, President Director PT Padang Golf Cikarang – Setiawan Mardjuki Direktur Jababeka Infrastruktur – Didik Purbadi dan Vega Violetta Puspa, Pendiri Yayasan Dharmaphala Humanitarian Society – Lie Kok Beng, Asda I – Drs. H. Hudaya, M.Si. Dewan Pembina Wiranusa Indonesia – H. Dani Ramdan M.T, Ketua Umum Wiranusa Indonesia – Aisyah Ayu, Perwakilan dari Kemenag sekaligus Dewan Pembina Wiranusa Indonesia – H. Sobirin, S.Ag., M.Si, Kepala Desa Mekar Mukti – Dede Sulaeman, S.Kom, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi – Andri julianto, ST,MM, Presiden Direktur (CEO) PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) – Bingar Egidius Situmorang. Puteri Indonesia 2025 Miss Supranational Asia & Oceania 2025 – Frista Yufi Amarta Putri

Tidak hanya menjadi perayaan keberagaman budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Sebanyak 100 tenant dari sektor F&B, fashion, dan kerajinan tangan berpartisipasi, menghadirkan beragam produk bagi ribuan pengunjung yang hadir. Kehadiran para pengunjung ini turut mendorong perputaran ekonomi yang signifikan di area acara
Selain itu Wiranusa selaku kolaborator pemberdayaan UMKM memberikan apresiasi atas dukungan Jababeka terhadap ekonomi kerakyatan. “kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana kawasan modern dapat bersinergi dengan pelaku usaha kecil untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Kehadiran para UMKM serta laporan peningkatan omzet tenant hingga berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival, tetapi juga penggerak nyata ekonomi masyarakat” ungkap Aisyah Ayu Ketua Umum Wiranusa Indonesia
Dirinya menambahkan “Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Jababeka tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri kelas dunia, tetapi juga berkembang menjadi destinasi gaya hidup, pusat aktivitas komunitas, serta ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif dan UMKM di koridor Timur Jakarta.”
Lebih dari sekadar perayaan, festival yang berlangsung di bulan penuh berkah ini juga diisi dengan berbagai kegiatan kemanusiaan. Program charity melibatkan Jababeka, tenant, dan masyarakat, mulai dari pengumpulan barang layak pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan hingga pembagian paket sembako bagi warga sekitar.
Vega Violetta Puspa, Direktur Jababeka Infrastruktur, menjelaskan misi sosial di balik acara ini. “Bagi kami, kemajuan infrastruktur harus berjalan selaras dengan kepedulian sosial. Melalui pembagian sembako dan donasi barang layak pakai ini, kami ingin memastikan kehadiran Jababeka memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Harmoni yang sesungguhnya adalah saat kita tumbuh bersama dan saling mendukung, terutama di momen suci Ramadhan ini,” ungkapnya.
Penyelenggaraan festival ini tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga merupakan pernyataan strategis mengenai deklarasi kawasan sebagai Kota Wisata Industri yang menampilkan Jababeka sebagai destinasi investasi yang stabil, aman, dan nyaman. Kemampuan berkolaborasi dalam keberagaman budaya global menjadi fondasi penting dalam membangun harmoni sosial, memperkuat kepercayaan investor, serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Keberhasilan Jababeka Harmony Festival 2026 ini memperkuat posisi Jababeka bukan sekadar sebagai kota mandiri terintegrasi, melainkan sebuah Kota Wisata Industri Modern yang matang. Inisiatif ini membuktikan bahwa Jababeka adalah kawasan yang sangat nyaman dan aman, baik untuk dihuni sebagai rumah maupun sebagai instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan di masa depan” tutup ivonne
Transformasi Kota Wisata Industri: Strategi Inovatif Jababeka Hadapi Deindustrialisasi Dini di Indonesia

Jakarta, 6 Maret 2026 Indonesia tengah menghadapi fenomena deindustrialisasi dini, yaitu kondisi ketika kontribusi sektor manufaktur mulai menurun sebelum tingkat industrialisasi mencapai fase optimal. Situasi ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang karena berpotensi melemahkan daya saing industri sekaligus memperlambat transformasi struktural ekonomi nasional.
Menanggapi tantangan tersebut, Kota Jababeka Cikarang yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk mengambil langkah strategis dan inovatif dengan mendeklarasikan diri sebagai kota wisata industri. Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan sektor manufaktur dengan potensi pariwisata berbasis industri, sehingga kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi, eksplorasi, dan promosi ekonomi.
Sebagai kota mandiri terintegrasi, kawasan ini telah berkembang menjadi pusat hunian, industri, bisnis, dan pendidikan berskala global dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa serta komunitas internasional yang terdiri dari lebih dari 10.000 ekspatriat. Keberagaman latar belakang masyarakat tersebut memperkuat karakter kota sebagai ekosistem global yang dinamis sekaligus mendukung interaksi lintas budaya yang produktif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Dengan keberadaan lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional, kawasan ini menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan edukatif. Masyarakat dapat berbelanja langsung dari pabrik, pelajar memperoleh kesempatan melihat proses produksi secara nyata, sementara investor dapat memahami langsung potensi bisnis dan ekosistem industri yang berkembang secara dinamis.
“Kami memandang bahwa masa depan kawasan industri tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi. Pengembangan kota wisata industri adalah bentuk komitmen kami dalam memperkuat revitalisasi manufaktur sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor global.” jelas President Director PT Graha Buana Cikarang – Ivonne Anggraini
Dirinya juga menekankan bahwa pendekatan ini memperluas fungsi industri secara fundamental.“Transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata berbasis industri merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi industri dari sekadar pusat produksi menjadi pusat pengalaman dan pengetahuan. Dengan pendekatan ini, kami ingin menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah perubahan ekonomi global.”
Transformasi ini juga diwujudkan melalui kolaborasi antara industri global, pariwisata budaya, dan pemberdayaan UMKM lokal. Sinergi tersebut menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, dinamis, dan berdaya saing, sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat interaksi antara sektor industri dengan kehidupan sosial budaya.
“Kami percaya bahwa industri yang kuat harus tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Melalui integrasi sektor industri, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM, kami berupaya menciptakan perputaran ekonomi yang lebih inklusif, membuka peluang usaha baru, serta menghadirkan manfaat nyata bagi komunitas lokal.”Tegas Ivonne
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi“Kami melihat deklarasi Kota Jababeka sebagai kota wisata industri sebagai langkah progresif yang sejalan dengan upaya diversifikasi destinasi pariwisata daerah. Konsep wisata industri memiliki potensi besar untuk memperluas segmentasi wisata, khususnya wisata edukasi dan business tourism, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata,” Ungkap Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten bekasi – Andri Julianto S.T., M.M
Sebagai wujud implementasi nyata dari visi tersebut, PT Jababeka Tbk menghadirkan Jababeka Harmony Festival 2026 yang diselenggarakan pada 6–8 Maret 2026 sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan ekosistem industri global, pariwisata budaya, serta pemberdayaan lebih dari 100 UMKM lokal. Festival ini menjadi momentum istimewa yang memadukan perayaan Cap Go Meh dan Festival Ramadhan dalam satu panggung, merepresentasikan akulturasi budaya yang harmonis sekaligus memperkuat keterlibatan tenant industri dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, dinamis, dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, festival ini juga menghadirkan rangkaian kegiatan charity yang melibatkan Jababeka, para tenant, dan masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial serta tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar.
“Jababeka Harmony Festival 2026 merupakan wujud nyata bagaimana industri, budaya, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu ruang kolaborasi. Festival ini mencerminkan semangat harmoni global yang menjadi karakter kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan keberagaman budaya dan sosial.” ungkap

Namun langkah Jababeka tidak berhenti di festival. Ke depan, Jababeka juga sedang menyiapkan langkah strategis berikutnya, yaitu pengembangan Jababeka factory outlet atau JFO, yang dirancang sebagai salah satu ikon wisata industri di kawasan ini. JFO akan menjadi sebuah showcase industri, sebuah ruang di mana masyarakat dapat melihat secara langsung kualitas produk manufaktur dari para tenant di Jababeka. Pengunjung tidak hanya dapat memperoleh produk dengan harga yang kompetitif langsung dari produsen, tetapi juga memahami cerita di balik proses produksi, inovasi, serta standar kualitas industri yang ada di kawasan ini.
“Ekosistem yang stabil, kolaboratif, dan terbuka terhadap keberagaman budaya menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Pengembangan kota wisata industri berkelanjutan ini tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi kawasan, tetapi juga menunjukkan kesiapan kami menjadi mitra strategis bagi investasi jangka panjang , serta menjadi model solusi inovatif dalam menghadapi tantangan deindustrialisasi dini di Indonesia.” Tutup Ivonne
Jababeka Luncurkan Malibu Walk, Andalkan Kekuatan Ekosistem Industri untuk Dongkrak Nilai Investasi

Cikarang, 19 Februari 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, kawasan yang telah berkembang dan memiliki ekosistem matang semakin diminati. Kawasan dengan karakter established umumnya tumbuh melalui aktivitas yang konsisten, didukung oleh infrastruktur yang terintegrasi, aksesibilitas yang baik, serta keberadaan berbagai fasilitas pendukung seperti pusat bisnis, hunian, komersial, dan ruang hiburan. Kombinasi tersebut menjadikan kawasan aktif sepanjang waktu serta memiliki nilai jangka panjang yang stabil.
Tidak mengherankan jika kawasan dengan karakter tersebut menjadi incaran berbagai pihak. Bagi pelaku bisnis, kawasan hidup menawarkan peluang pertumbuhan melalui kehadiran captive market yang besar, kedekatan dengan pasar, serta ekosistem yang telah terbentuk secara alami.
Sejalan dengan tren tersebut, Kota Jababeka—kota mandiri pertama yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk—terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan paling dinamis di kawasan timur Jakarta. Salah satu area yang berkembang pesat di dalamnya adalah Movieland Jababeka, kawasan terintegrasi yang dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis sekaligus menciptakan lingkungan ideal bagi kebutuhan masyarakat modern.

Movieland Jababeka kini menjadi salah satu pusat aktivitas utama di Kota Jababeka, dengan keberadaan President University, area hunian premium, pusat gaya hidup, hingga konsep mini Transit Oriented Development (TOD). Perkembangan kawasan ini terus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang investasi yang berkelanjutan.
“Kawasan yang sudah hidup dan berkembang seperti Movieland Jababeka memberikan peluang luar biasa bagi pelaku usaha, investor dan masyarakat. Bagi bisnis, kawasan ini menghadirkan pasar yang siap, arus pengunjung yang tinggi, serta sinergi yang terbentuk secara alami,” ungkap Ivonne Anggraini, Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang.
Pada pertengahan Februari 2026, melalui anak usahanya Jababeka Residence, Jababeka menggelar Grand Product Knowledge untuk memperkenalkan produk komersial terbarunya, Malibu Walk.Mengusung tagline “Where Business Meets Lifestyle”, Malibu Walk hadir bukan sekadar deretan ruko, melainkan ekosistem bisnis yang menyatu dengan gaya hidup modern masyarakat urban. Kehadirannya memperkuat posisi Movieland Jababeka sebagai kawasan terintegrasi yang menggabungkan pusat pendidikan, hunian, dan area komersial dalam satu titik strategis.
Malibu Walk merupakan produk komersial strategis yang berlokasi di boulevard utama Movieland Jababeka—area dengan visibilitas tinggi dan aktivitas harian yang konsisten. Dikenal sebagai destinasi kuliner dan gaya hidup favorit di Kota Jababeka , kawasan ini menghadirkan arus pengunjung yang stabil serta peluang bisnis yang menjanjikan bagi setiap tenant.
Mengusung desain Parisian Style yang berkarakter, Malibu Walk dirancang dengan area pedestrian yang luas, tata parkir yang rapi, serta konsep kawasan yang mendukung pengalaman berkunjung yang nyaman Desain ini memastikan setiap unit memperoleh eksposur maksimal sekaligus meningkatkan potensi traffic dan penjualan.
Keunggulan Malibu Walk semakin diperkuat oleh lokasinya yang dikelilingi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari institusi pendidikan,President University dan Sekolah BPK Penabur, ribuan unit hunian bagi expatriate, pusat kesehatan, hingga hotel berbintang. Keberadaan ribuan mahasiswa dan profesional di area ini menciptakan captive market yang besar dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
Malibu Walk menghadirkan dua tipe ruko komersial strategis dengan luas bangunan/luas tanah 73/50 m² dan 82/56,3 m², dengan harga mulai dari Rp1,7Man. Dengan lokasi premium, desain modern, dan traffic pengunjung yang tinggi, setiap unit menawarkan potensi bisnis sekaligus investasi yang menjanjikan.

Sebagai bentuk apresiasi bagi calon pembeli, setiap pembelian unit ruko Malibu Walk akan mendapatkan hadiah langsung berupa 1 pax trip Hunting Aurora di Norwegia, serta berbagai promo menarik lainnya. Hal ini menjadikan kepemilikan unit di Malibu Walk sebagai langkah bisnis yang menguntungkan sekaligus pengalaman gaya hidup yang istimewa.
Malibu Walk berada di lokasi premium Kota Jababeka, yakni Movieland—kawasan yang berkembang sebagai pusat gaya hidup sekaligus hub transportasi terintegrasi, baik untuk mobilitas dalam kota maupun antar kota. Tersedia berbagai moda transportasi seperti DAMRI Bandara Soekarno–Hatta, Primajasa Bandung, AO Shuttle (rute Jababeka–Deltamas dan Jababeka–Blok M), hingga Swatantra S01 yang terhubung dengan Stasiun KRL, dan terbaru transjabodetabek yang menghubungkan Cawang Sentral – Cikarang Jababeka. Kawasan ini juga didukung empat akses pintu tol serta pengembangan infrastruktur strategis seperti MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan LRT Jakarta–Cikarang yang direncanakan berhenti di pusat kota Jababeka
“Peluncuran Malibu Walk merupakan bukti nyata komitmen Kota Jababeka dalam menciptakan ekosistem bisnis yang adaptif dan terintegrasi. Kehadiran ruko ini juga didasarkan pada tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di wilayah dengan captive market yang besar dan pasti seperti movieland jababeka yang dapat memberikan potensi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta peluang keuntungan yang optimal. Ke depan, melalui produk komersial strategis seperti ini, Kota Jababeka akan terus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi, gaya hidup, dan mobilitas di kawasan timur Jakarta,” tutup Ivonne Anggraini.
Ibuki Sakurayama Hadir Menjawab Permintaan Hunian Keluarga Muda, Dinamis dan Praktis

Di tengah gempuran gaya hidup modern yang serba cepat, masyarakat kini dituntut untuk tetap fokus meraih tujuan meski dihadapkan pada berbagai distraksi. Tak jarang, gangguan ini sudah muncul sejak memulai hari di rumah, mulai dari lingkungan yang tidak kondusif, hingga perjalanan menuju kantor yang melelahkan dan meningkatkan stres.
Melihat fenomena tersebut, IBUKI Sakurayama hadir sebagai solusi hunian yang memahami kebutuhan masyarakat modern: tempat tinggal yang tidak hanya nyaman, tetapi juga praktis dan mampu mendukung produktivitas para penghuninya yang dinamis.
“Kami menyadari betul bahwa gaya hidup modern yang dinamis menuntut keseimbangan antara kenyamanan, efisiensi, dan fokus,” ujar Ivonne Anggraini selaku President Director PT Graha Buana Cikarang . “Karena itu, kami meluncurkan tipe terbaru dari kluster ibuki, yakni IBUKI Sakurayama yang dirancang untuk menjadi hunian yang tidak sekadar tempat beristirahat, tetapi juga ruang yang mendorong penghuninya meraih masa depan dengan lebih optimal.”
IBUKI Sakurayama merupakan tipe terbaru dari klaster IBUKI merupakan hasil kolaborasi antara Jababeka Residence, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, dan Mitsui Fudosan Asia, pengembang ternama asal Jepang. Klaster IBUKI dikenal sebagai hunian kompak dengan konsep Jepang modern yang mengutamakan desain fungsional dan efisiensi ruang. Mengusung nilai estetika dan kenyamanan khas Jepang, IBUKI telah berhasil menjadi salah satu hunian paling diminati, terbukti dari penjualannya yang selalu terserap habis dalam waktu singkat.
IBUKI Sakurayama, tipe terbaru dari klaster IBUKI, mengusung tagline “Modern Simplicity, Japanese Harmony.” Hunian ini hadir dengan sentuhan Jepang modern yang rapi dan efisien, mencerminkan harmoni antara desain fungsional dan estetika yang elegan. Setiap elemen desainnya dirancang secara cermat untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang, sehingga tercipta hunian yang lebih lapang, nyaman, serta mudah dalam perawatan, memberikan nilai tambah bagi setiap penghuni dalam mewujudkan gaya hidup modern yang seimbang.

IBUKI Sakurayama merupakan hunian dua lantai yang dilengkapi dengan tiga kamar tidur, menawarkan dua pilihan tipe, yaitu 66/68 dan 66/Var. Berlokasi di kawasan Mega Cluster Sport City, hunian ini menghadirkan ruang yang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya, memberikan kenyamanan dan fleksibilitas bagi setiap penghuninya. Setiap unit juga dilengkapi dengan multifunction room yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, baik sebagai ruang kerja, area belajar, maupun tempat berkumpul keluarga, serta side garden yang menambah kesan asri dan menghadirkan keseimbangan antara hunian modern dan nuansa alami di lingkungan sekitar. Sekaligus memberikan sirkulasi udara dan cahaya yang maksimal.
“Tipe terbaru Ibuki menghadirkan tata ruang fungsional yang dirancang untuk membuka lebih banyak inspirasi dan peluang baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun kebutuhan pekerjaan” tambah Ivonne.
Mengusung konsep Living with Joy IBUKI Sakurayama menghadirkan keseimbangan antara kehidupan sosial, karier, dan kedekatan dengan alam dalam satu kawasan terpadu. Klaster ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area luar ruang hijau (outdoor area) hingga playground, yang dirancang untuk mendukung aktivitas dan interaksi para penghuni. Perpaduan antara ketiga aspek tersebut tercermin dalam harmoni kehidupan modern yang memberikan pengalaman tinggal lebih praktis, nyaman, dan bermakna bagi setiap keluarga.

Selain menghadirkan desain bangunan yang sederhana dan fungsional, IBUKI Sakurayama juga menawarkan keunggulan lokasi yang strategis, dikelilingi oleh berbagai fasilitas esensial seperti pusat kesehatan, institusi pendidikan, area bisnis, serta kawasan komersial. Saat ini, kawasan ini juga tengah mengembangkan pusat ibadah dan sport hub seluas 1 hektar, yang akan menjadi pusat aktivitas dan mendukung gaya hidup sehat para penghuni. Sport hub tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga modern, antara lain lapangan padel, basket, jogging track, gym, area bermain anak, dan lainnya guna mendukung terciptanya lingkungan hunian yang sehat, dinamis, dan seimbang.
Dari sisi aksesibilitas, penghuni tidak perlu khawatir karena IBUKI Sakurayama berada di Kota Jababeka, Cikarang — kota mandiri yang telah terintegrasi dengan infrastruktur modern. Kawasan ini memiliki empat akses pintu tol serta beragam pilihan moda transportasi publik, baik dalam maupun antar kota, seperti Swatantra S01, AO Shuttle, Damri, Primajasa, KRL, hingga LRT dan MRT yang saat ini tengah dalam tahap pengembangan. Seluruh kemudahan ini menjadikan IBUKI Sakurayama tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memiliki konektivitas tinggi yang mendukung mobilitas masyarakat modern.
Berada di kawasan premium dengan infrastruktur yang telah matang, IBUKI Sakurayama menawarkan potensi kenaikan nilai properti yang terus meningkat seiring pesatnya perkembangan kawasan Jababeka. Hunian ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai investasi tinggi, mengingat tingginya permintaan sewa dari para profesional dan ekspatriat yang datang dari berbagai daerah maupun mancanegara. Dengan demikian, memiliki rumah di IBUKI Sakurayama bukan sekadar memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga merupakan keputusan investasi jangka panjang yang cerdas dan menguntungkan.

Hunian ini kini resmi dipasarkan dan sudah dapat dimiliki oleh masyarakat. Dengan harga mulai dari Rp1,2 miliar, tersedia pula berbagai penawaran menarik saat ini seperti subsidi Dp, subsidi angsuran, serta free biaya BPHTB, Akad, PPAT dan KPR. Calon pembeli cukup melakukan pemesanan uang tanda jadi sebesar lima juta rupiah.
“Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, IBUKI Sakurayama di Kota Jababeka menjadi pilihan properti yang tepat, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi jangka panjang.hunian ini membuka peluang besar bagi penghuninya untuk berkembang, baik dalam karier, gaya hidup, maupun nilai aset di masa depan” Tutup Ivonne






