Audiensi Ditjen Intram di Kota Jababeka: Jababeka Berikan Gambaran Mobilitas Masyarakat dan Potensi Integrasi Transportasi

Cikarang, 2 Desember 2025 – Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, dengan Cikarang Raya di Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat penggeraknya. Kota Jababeka, sebagai kawasan industri di Cikarang, terus memperkuat posisinya sebagai kota mandiri berbasis industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus menjadi penyangga kawasan metropolitan. Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat didukung oleh lebih dari 2.000 perusahaan nasional maupun multinasional menjadikan Jababeka motor penting bagi perekonomian dan investasi nasional.
Peningkatan aktivitas tersebut mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang andal, terutama moda transportasi yang memastikan. Sebagai hinterland Jabodetabek, konektivitas Kota Jababeka dengan kawasan sekitarnya menjadi faktor penting untuk memastikan pergerakan pekerja dan logistik berjalan efisien tanpa membebani aktivitas harian
Kajian akademisi mencatat sekitar 770 ribu perjalanan harian di Cikarang Raya Kabupaten Bekasi, dengan 46% di antaranya berasal dan menuju Jababeka. Angka ini menegaskan peran strategis Jababeka dalam menampung ekspansi penduduk dan industri, sekaligus pentingnya sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Jababeka terus memperkuat pengembangan kota mandiri melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD). Penyempurnaan konsep ini memungkinkan terciptanya sistem mobilitas yang lebih efisien, aksesibel, dan terintegrasi bagi penghuni, pekerja,serta pelaku bisnis.
“Penerapan konsep TOD di Jababeka merupakan langkah strategis dalam membangun kota yang berorientasi masa depan,” ujar Ivonne Anggraini, Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang. “Kami berkomitmen menciptakan ekosistem perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga Jababeka tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri, tetapi juga model kota mandiri modern yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.”
Dirinya Pun menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur kawasan tidak bisa dilakukan secara parsial. “Melalui pembangunan sistem infrastruktur terpadu dan perluasan jaringan transportasi massal, kami membuka peluang kolaborasi strategis dengan pemerintah maupun pelaku industri swasta lainnya” ujarnya. “Kemitraan multipihak ini menjadi kunci untuk menghadirkan moda transportasi yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan—sehingga Jababeka mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas jangka panjang dan dinamika pertumbuhan kawasan.” dirinya pun menegaskan bahwa hal ini tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri.

Upaya meningkatkan integrasi transportasi di Kota Jababeka kini memasuki tahap lebih konkret. Pada Jumat, 21 November 2025, dilakukan kunjungan lapangan bersama jajaran Kementerian Perhubungan dan pengembang kawasan industri untuk meninjau rencana pengembangan kabupaten bekasi dan sekitarnya serta memastikan kesesuaian konsep integrasi jaringan transportasi. Langkah ini memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam percepatan implementasi kawasan TOD khususnya di Jababeka sebagai bagian dari kawasan strategis nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) hadir untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kawasan, pergerakan mobilitas masyarakat, serta peluang penguatan layanan transportasi publik yang dapat mendukung kelancaran aktivitas penghuni dan pekerja di kawasan Cikarang. Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi Ditjen Intram untuk memperoleh input dan kondisi lapangan yang dapat menjadi bahan pemetaan kebutuhan transportasi publik di wilayah tersebut.
“Kami mengapresiasi pengembangan kawasan Jababeka dan berbagai inisiatif yang telah dilakukan untuk memperkuat aksesibilitas layanan transportasi publik,” ujar Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal. “Informasi terkait pola perjalanan masyarakat, perkembangan moda transportasi, dan rencana integrasi kawasan menjadi masukan penting bagi kami dalam pemetaan kebutuhan mobilitas di wilayah Cikarang Raya.”
“Kami melihat potensi besar bagi peningkatan kemudahan mobilitas masyarakat melalui konektivitas antarmoda yang mulai terbangun di Jababeka. Kami terbuka untuk melanjutkan pembahasan teknis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kawasan guna melihat peluang sinergi ke depan, apabila dibutuhkan,” tambah Risal.
Audiensi ini menjadi forum pertukaran informasi dan perspektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan terkait dinamika mobilitas masyarakat serta peluang penguatan konektivitas di masa mendatang.
Kota Jababeka kini didukung berbagai moda transportasi publik yang memudahkan mobilitas masyarakat, seperti AO Shuttle melayani perjalanan langsung ke sejumlah titik strategis di Jakarta, termasuk rute terbaru dari Hollywood Junction menuju AEON Deltamas. Selain itu, Damri mengoperasikan rute Jababeka–Bandara Soekarno-Hatta, sementara Primajasa menghubungkan Jababeka dengan Bandung. Integrasi kawasan juga diperkuat oleh layanan feeder modern Swatantra S01 dengan rute Stasiun Cikarang–President University, Kota Jababeka. Kehadiran KRL Cikarang dan layanan BISKITA yang terkoneksi dengan LRT semakin melengkapi aksesibilitas transportasi di Jababeka.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar turut berlangsung, seperti proyek MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan Pengembangan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek, yang kelak akan menjadi penghubung penting sistem mobilitas regional dan mempercepat perpindahan antar wilayah dari koridor barat – koridor timur Jakarta.
Dari perspektif operasional bisnis, Kota Jababeka didukung infrastruktur kawasan yang matang. Cikarang Dry Port berperan sebagai pusat logistik terpadu yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempermudah proses distribusi. Lokasi Jababeka yang strategis—dekat dengan Pelabuhan Patimban dan Bandar Udara Kertajati—menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan akses distribusi cepat, terukur, dan berkelanjutan.
“Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, logistik, dan jaringan pendukung kawasan, Jababeka tidak hanya menghadirkan efisiensi mobilitas dan operasional industri, tetapi juga membangun lingkungan kota yang layak huni dan modern. Kami yakin upaya ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi para penghuni yang menginginkan kualitas hidup yang baik, aman, dan berkelanjutan.” Tutup Ivonne
Kawasan Industri Jababeka Kembali Raih Penghargaan PROPER Hijau KLHK 2 Tahun Berturut

Dua tahun berturut-turut, PT Jababeka Tbk. (KIJA), melalui anak perusahaannya PT. Jababeka Infrastruktur, selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka Cikarang, kembali meraih penganugerahan Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Hijau di tahun 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
PROPER Hijau diberikan kepada usaha dan kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan dan pelaksanakaan tanggung jawab sosial-lingkungan (TJSL) perusahaan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Kandidat Hijau PROPER 2024 ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor SK.159 Tahun 2024. Penetapan tersebut berdasarkan capaian nilai Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL) tahun 2023 melebihi rata-rata 71,81 dan hasil penilaian Sistem Manajemen Lingkungan (SML) lebih besar dari 60.
KLHK rutin melaksanakan program PROPER guna mendorong kepatuhan industri terhadap peraturan perundangan terkait pengelolaan lingkungan hidup serta tanggung jawab sosial-lingkungan (TJSL) perusahaan. Peringkat PROPER dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaituHitam, Merah, Biru, Hijau, hingga Emas.

Adapun penghargaan PROPER Hijau tersebut diterima langsung oleh Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta. Penyerahan penghargaan PROPER tahun ini diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiqdi Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Senin (24/2).
Menanggapi hal tersebut, Vega Violetta selaku Direktur PT Jababeka Infrastruktur, merasa bangga dan terharu karena penghargaan PROPER Hijau ini menjadi salah satu tolak ukur dan apresiasi atas upaya Jababeka dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan di kawasan industri. Dimana Jababeka sendiri saat ini telah memiliki target jangka panjang untuk dapat menerapkan kaidah eco-industrial park dalam pengembangan infrastruktur – infrastruktur kawasan yang ramah lingkungan serta penerapan tata kelola operasi dan pelaksanakan kegiatan dalam kawasan sesuai kaidah-kaidah industri ramah lingkungan. Vega Violetta mengaku optimis dengan menerapkan ekonomi sirkular melalui inisiasi simbiosis industri dan pelaksanaan infrastruktur pendukung pengelolaan sampah terintegrasi melalui kolaborasi dengan sektor publik, dapat membawa Jababeka meraih PROPER Emas ditahun yang akan mendatang.








